PENELITIAN EKOSISTEM PANTAI

EKOSISTEM PANTAI

Kelompok : 2
1. Setyo Gumelar                      (212180089)
2. Livvia Khusnul Qomatfian (212180090)
3. Dwi Astri Anggraeni          (212180097)
4. Ervina Dwi Purwitasari    (212180115)
Universitas Muhammadiyah Purworejo

Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Indonesia tercatat memiliki garis pantai sepanjang 81.000 kilometer. Garis pantai yang begitu panjang, membuat Indonesia memiliki ekosistem pantai yang beragam.
Dalam buku McKnight’s Physical Geography (2014) karya Darrel Hess, ekosistem merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan semua jenis organisme yang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dalam suatu wilayah.
Ekosistem pantai Indonesia setidaknya terdiri atas empat jenis, yaitu
1. Hutan mangrove
Secara ekologis, hutan mangrove berperan sebagai penyedia nutrisi bagi biota perairan, penahan abrasi, dan tempat berkembang biak berbagai jenis ikan.
Secara ekonomi, kayu dari hutan mangrove dapat digunakan sebagai bahan bakar, bahan bangunan, bahan kertas, dan bahan perabot rumah tangga.
2. Terumbu karang
Sama seperti hutan mangrove, terumbu karang juga memiliki fungsi ekologis dan ekonomi. Secara ekologis, berperan sebagai penyedia nutrisi bagi biota perairan dan tempat berkembang biak berbagai jenis ikan.
3. Rumput laut
Pertumbuhan rumput laut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi air laut yang jernih, suhu perairan sejuk, memiliki temperatur kurang lebih 25 derajat celcius, arus laut tidak begitu deras, dan kedalaman laut berkisar 20 – 30 meter.
Manfaat rumput laut sangat besar. Rumput laut dapat digunakan sebagai bahan baku makanan, kosmetik, dan obat.
4. Padang lamun
Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup di dasar laut. Lamun hidup di perairan dangkal yang berlumpur dan berpasir lunak serta tebal.
Pertumbuhan lamun dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kedalaman perairan tidak lebih dari 10 meter, temperatur berkisar 20 – 30 derajat celcius, kadar garam berkisar 25 – 35%, dan kecepatan arus sekitar 0,5 m/detik.
Fungsi utama padang lamun sebagai tempat berkembang biak berbagai jenis ikan dan udang. Selain itu, padang lamun juga berfungsi sebagai perangkap sedimen sehingga terhindar dari erosi dan bahan baku untuk membuat pupuk dan kertas.

A. Pengertian Ekosistem Pantai
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Di dalam suatu ekosistem terdapat rantai makanan yang saling berhubungan yang terdiri dari produsen, konsumen tingkat I,II dan III serta sebagai dekomposer. Ketiga komponen dalam rantai makanan ini sangat menentukan keseimbangan lingkungan.
Ekosistem Pantai adalah ekosistem yang ada di wilayah perbatasan antara air laut dan daratan, yang terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pantai terdiri dari tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah pantai, sedangkan komponen abiotik pantai terdiri dari gelombang, arus, angin, pasir, batuan dan sebagainya.
Ekosistem pantai memainkan peranan penting terhadap iklim dan siklus global dengan cara menyerap karbon di bumi, sehingga kelestariannya amat penting untuk dijaga. Ekosistem pantai merupakan suatu wilayah di mana daratan dan air laut bertemu, daerah ini menyediakan habitat bagi berbagai macam tumbuhan dan hewan laut serta menyediakan sumber daya dan rumah bagi mereka.
Ekosistem pantai memiliki bentuk daratan yang beragam dan dapat dikenali seperti teluk, muara, bakau, rawa asin, dan lahan basah serta pantai, tebing serta terumbu karang yang sangat rentan terhadap gangguan. Wilayah pesisir mewakili beberapa wilayah keanekaragaman hayati tertinggi di bumi. Namun degradasi garis pantai menyebabkan kerusakan habitat dan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, apalagi menjadi perbatasan pertama dengan ombak lautan, ekosistem ini semakin terancam oleh abrasi. Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekosistem pesisir dan laut dapat menyimpan hingga sepuluh kali lipat jumlah karbon per satuan luas dibandingkan dengan hutan darat.

B. Komponen Ekosistem Pantai
1. Komponen abiotik merupakan sebuah komponen yang ada di dalam suatu ekosistem yang berupa benda tak hidup. Meskipun berupa benda tak hidup, namun keberadaan komponen- komponen ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada di sekitar ekosistem pantai tersebut. Komponen abiotik ini mencakup batu, pasir, cahaya matahari, udara, kelembapan, dan air.
2. Komponen Biotik merupakan sebuah komponen yang berupa makhuk hidup, dimana makhluk hidup ini yang berada di lingkungan pantai baik binatang maupun tumbuhan. Beberapa komponen biotik yang berada di lingkungan pantai antara lain: plankton, tumbuhan ganggang, kepiting atau ikan, undur-undur, kerang, bakteri, juga jamur atau virus yang dapat menguraikan makhluk hidup.

C. Tabel Pengamatan
Kami mengamati pantai Jetis yang berada di Desa Ketawang, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Pantai ini termasuk dalam jenis pantai padang lamun dikarenakan banyak tambak udang yang ditemukan disana.
Berikut tabel pengamatan :